Blog
Ciri Air Sumur Tercemar Septic Tank dan Bahaya Bakteri E. Coli
Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan manusia. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, air tanah atau air sumur masih menjadi sumber utama untuk keperluan mandi, mencuci, bahkan memasak. Namun, pernahkah Anda merasa curiga dengan kualitas air yang keluar dari keran rumah Anda? Seringkali, kita menganggap air yang terlihat bening secara kasat mata sudah pasti aman. Padahal, bahaya besar bisa saja mengintai di balik kejernihan semu tersebut. Bahaya itu bernama kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bersumber dari kebocoran septic tank.
Faktanya, banyak permukiman padat penduduk yang tidak memperhatikan tata letak sanitasi dengan benar. Akibatnya, jarak antara sumber air bersih dan tempat pembuangan limbah tinja menjadi terlalu dekat. Kondisi ini memungkinkan bakteri patogen bermigrasi melalui pori-pori tanah dan mencemari sumur gali atau sumur bor Anda. Mengonsumsi atau menggunakan air yang tercemar tinja tentu membawa risiko kesehatan serius bagi keluarga. Oleh karena itu, kemampuan Anda untuk mengidentifikasi ciri-ciri fisik air sumur yang tercemar septic tank sejak dini menjadi langkah vital untuk mencegah wabah penyakit di dalam rumah.
Identifikasi Masalah Melalui Panca Indera
Untungnya, alam sering memberikan tanda-tanda peringatan sebelum masalah menjadi fatal. Meskipun bakteri E. Coli itu sendiri berukuran mikroskopis dan tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang, namun kehadiran limbah tinja yang membawanya seringkali mengubah karakteristik fisik air. Anda dapat melakukan deteksi awal menggunakan panca indera sederhana: penciuman, penglihatan, dan perasa.
Indikator Bau yang Menyengat
Tanda pertama dan yang paling mudah Anda kenali adalah perubahan aroma. Air sumur yang sehat seharusnya tidak berbau alias netral. Sebaliknya, jika air sumur Anda mulai mengeluarkan aroma tidak sedap, Anda patut waspada. Bau yang paling umum muncul akibat pencemaran septic tank adalah bau “got” atau bau amis yang samar. Dalam kasus yang lebih parah, air mungkin akan mengeluarkan bau seperti telur busuk.
Bau ini muncul akibat gas Hidrogen Sulfida (H2S) dan Amonia yang merupakan produk sampingan dari proses pembusukan limbah organik (tinja) oleh bakteri. Jika bau ini muncul terutama saat musim hujan atau saat tangki penuh, besar kemungkinan telah terjadi rembesan dari ciri septic tank penuh ke dalam akuifer sumur Anda.
Perubahan Warna dan Kekeruhan
Selain bau, indikator visual juga bisa menjadi petunjuk kuat. Perhatikanlah warna air yang Anda tampung di ember atau bak mandi. Air yang tercemar rembesan limbah tinja seringkali berubah warna menjadi agak kekuningan atau kehijauan, terutama setelah Anda diamkan beberapa saat. Terlebih lagi, air tersebut mungkin terlihat keruh atau berawan, tidak sebening kristal.
Kekeruhan ini terjadi karena adanya partikel organik tersuspensi yang larut dalam air. Terkadang, Anda juga bisa melihat adanya lapisan berminyak tipis di permukaan air yang menyerupai pelangi. Lapisan ini bisa jadi berasal dari lemak atau minyak yang ikut terbuang ke dalam saluran pembuangan dan akhirnya merembes mencemari tanah di sekitar sumur.
Rasa yang Asing
Meskipun kami sangat tidak menyarankan Anda untuk sengaja mencicipi air mentah yang mencurigakan, namun terkadang perubahan rasa bisa terdeteksi saat Anda menggunakannya untuk berkumur atau menyikat gigi. Air yang terkontaminasi limbah organik biasanya meninggalkan rasa yang “aneh”, sedikit asin, atau terasa lengket di lidah. Jika Anda merasakan sensasi ini, segera hentikan penggunaan air tersebut untuk konsumsi (minum/masak) dan segera lakukan uji laboratorium untuk kepastian lebih lanjut.
Bahaya Bakteri E. Coli dan Dampak Kesehatan
Mengapa kita harus begitu khawatir dengan pencemaran ini? Jawabannya terletak pada satu nama bakteri: Escherichia coli. Bakteri ini sejatinya hidup di dalam usus manusia dan hewan berdarah panas. Keberadaan E. Coli di dalam air sumur merupakan indikator kuat atau bukti tak terbantahkan bahwa air tersebut telah terkontaminasi oleh kotoran manusia (tinja).
Ancaman Penyakit Menular
Menurut Wikipedia, meskipun sebagian besar jenis E. Coli tidak berbahaya, namun beberapa varian tertentu dapat menyebabkan masalah kesehatan serius. Dampak paling umum dan cepat terasa adalah gangguan pencernaan. Mengonsumsi air yang mengandung E. Coli dapat memicu diare hebat, kram perut yang menyakitkan, mual, hingga muntah. Pada kelompok rentan seperti balita dan lansia, diare akibat E. Coli bisa menyebabkan dehidrasi fatal yang mengancam nyawa.
Selain diare, air yang tercemar tinja juga seringkali membawa agen penyakit lain seperti bakteri Salmonella typhi penyebab tipes (demam tifoid), virus Hepatitis A, dan disentri. Selanjutnya, penggunaan air tercemar untuk mandi juga dapat memicu masalah kulit seperti gatal-gatal, iritasi, atau infeksi jamur yang sulit sembuh. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan tanda-tanda fisik yang muncul pada air sumur Anda.
Penyebab Utama dan Solusi Perbaikan
Setelah Anda mengenali ciri-ciri dan bahayanya, langkah selanjutnya adalah memahami akar masalah untuk menemukan solusi yang tepat. Penyebab utama pencemaran air sumur oleh bakteri E. Coli hampir selalu bermuara pada dua hal: konstruksi septic tank yang buruk dan jarak yang terlalu dekat.
Masalah Jarak dan Kebocoran Konstruksi
Banyak rumah di perkotaan dibangun di atas lahan sempit, sehingga pemilik rumah terpaksa menempatkan sumur dan septic tank berdekatan. Padahal, standar nasional mensyaratkan jarak aman minimal septic tank dan sumur adalah 10 meter. Jarak ini diperlukan agar tanah memiliki kesempatan untuk menyaring bakteri sebelum air tanah mencapai sumur. Jika jaraknya kurang dari itu, bakteri akan dengan mudah menerobos masuk.
Selain itu, konstruksi tangki konvensional (beton/bata) yang sudah tua seringkali mengalami keretakan dinding. Retakan inilah yang menjadi jalan tol bagi limbah tinja untuk merembes keluar (infiltrasi) ke tanah sekitarnya. Masalah ini diperparah jika tangki sudah penuh lumpur dan tidak pernah dikuras, sehingga tekanan di dalam tangki mendorong limbah mencari celah keluar.
Langkah Solutif: Kuras dan Renovasi
Jika air sumur Anda terbukti tercemar, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memutus sumber pencemarannya. Segera lakukan penyedotan septic tank hingga tuntas. Anda dapat menggunakan layanan jasa kuras septic tank profesional untuk membersihkan endapan lumpur yang mungkin sudah menumpuk bertahun-tahun. Pengurasan ini akan mengurangi tekanan pada dinding tangki dan meminimalkan rembesan baru.
Selanjutnya, Anda perlu mempertimbangkan solusi jangka panjang. Jika lahan memungkinkan, pindahkan titik sumur bor Anda menjauh dari sumber pencemar. Namun, jika lahan terbatas, solusi terbaik adalah merenovasi sistem sanitasi Anda. Gantilah tangki beton yang bocor dengan tangki modern kedap air atau Bio Septic Tank. Tangki jenis ini menjamin tidak ada kebocoran limbah ke air tanah dan hasil olahannya sudah ramah lingkungan. Selain itu, Anda juga bisa memasang filter air (penjernih) dan memberikan disinfektan (kaporit) pada sumur sebagai tindakan darurat sementara.
Kesimpulannya, menjaga kualitas air sumur berarti menjaga nyawa keluarga Anda. Jangan biarkan air yang terlihat bening menipu Anda. Jika Anda mendapati ciri-ciri bau, warna, atau rasa yang tidak wajar, segera bertindak. Lakukan perbaikan sanitasi sesegera mungkin. Untuk konsultasi mengenai pemindahan posisi septic tank, renovasi, atau penyedotan limbah yang aman dan higienis, percayakan pada ahlinya. Hubungi sedot wc resmi sekarang juga untuk solusi sanitasi tuntas.


